5430 master

Tiga Desainer Pamer Busana Muslimah dalam Balutan ‘Ethnocentrism’

Tiga desainer tanah air berkolaborasi dengan salah satu ecommerce atau online shop fashion muslim Hijup.com pada pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 yang berlangsung pada tanggal 10-13 Maret 2016 kemarin di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Ketiga desainer itu adalah Ria Miranda, Zaskia Sungkar, dan Vivi Zubedi.

5430a

Press conference Hijup

Partisipasi Hijub.com di ajang ini merupakan kali pertama setelah sebelumnya mereka hadir di Jakarta Fashion Week (JFW) dan kancah internasional lewat London Fashion Week pada Februari lalu.

5430b

Fashion store Hijup

Pada kesempatan tersebut, kolaborasi mereka mempersembahkan koleksi anyar yang bertajuk ‘Ethnocentrism’. Maksud dari tema yang mereka angkat di IFW 2016 yakni, bahwa ketiga desainer ini menampilkan etnis budaya Indonesia dengan karakter dan kain yang berbeda-beda.

Pada kesempatan tersebut Zaskia Sungkar menjadi pembuka dalam peragaan busana Hijup.com collaboration ini. Zaskia mengusung tema ‘Hitam Poetih’ dengan memamerkan sebanyak 12 koleksi busana muslimahnya. Rancangan Zaskia itu dituangkan dalam gaya mix tradisional dan modern cut.

5430c - Ethnocentrism by Zaskia Sungkar__2

Monokrom yang simple

“Hitam-putih adalah warna kesukaanku tapi susah cari batik yang warna hitam-putih. Jadi aku pekerjakan langsung pengrajin untuk bikin batik dan tenun warna hitam-putih,” ungkap Zaskia saat jumpa pers Ethnocentrism by Hijup.com di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Untuk menampilkan koleksi serba hitam putih itu, Zaskia sengaja membuat kain batik dan tenun sendiri. Sebab, kebanyakan kain batik dan tenun berwarna.

“Koleksiku mengangkat batik rang-rang dan menggunakan teknik cap, lipatan, dan origami dengan warna hitam putih,” Zaskia menambahkan.

Di panggung IFW 2016, Zaskia memamerkan koleksi yang kebanyakan adalah atasan, celana, rok, dress, hingga coat. Uniknya, sang adik, Shireen Sungkar juga turut ambil bagian dalam peragaan busana miliknya itu.

5430d - Ethnocentrism by Vivi Zubedi

Etnis nan elegan

Penampilan kedua adalah peragaan busana karya Vivi Zubedi. Wanita berdarah Arab ini menampilkan akulturasi budaya Arab, Maroko, dan Afrika. Koleksinya terinspirasi dari kisah legenda Bany Suleym. Dia pun mengusung tema ‘Sulaym Voyage’.

Yang memuat unik rancangan Vivi adalah dia menyematkan motif Bali dan Lombok dalam sejumlah balutan busananya. Aplikasi bordir, bermain payet, dan kain tenun menyentuh setiap desain busana miliknya.

“Sebanyak 13 look ditampilkan dan semuanya mengombinasi bahan woll, polyester dengan bordiran handmade,” kata Vivi dalam kesempatan yang sama.

5430e - Ethnocentrism by Ria Miranda__2

Warna pastel lembut

Yang ketiga adalah penampilan dari Ria Miranda. Melalui koleksi Takana, Ria memberi warna baru dengan menampilkan kesederhanaan budaya Minang.

“Goresan motif songket diaplikasikan dengan warna ceria dan lembut,” katanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *