5398 master

Warnatasku Konsisten Usung Konsep Warisan Leluhur

Pekan mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 yang mengusung tema Reflection of Culture rupanya tidak hanya menghadirkan peragaan busana saja. Pagelaran ini juga menampilkan koleksi lain, seperti aksesori tas yang diusung brand Warnatasku.

Salah satu brand lokal yang dikembangkan dua bersaudara Ervina Ahmad dan Yusnita Mukri ini kembali menggelar fashion show bertema Eksistensi Warisan Leluhur di panggung IFW 2016 yang berlangsung di JHCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2016.  Koleksi brand yang memulai produksi secara home made pada tahun 2012 ini masih konsisten mengusung produk etnik modern dengan menggunakan kain tradisional seperti batik, ulos, dan kain tenun sebagai kombinasi material pembuatan tas.

5398a

Brand yang pernah memamerkan koleksi tas dengan desain batik pada Asia World Expo 2015 di Hongkong ini menggunakan dasar bahan kulit berkualitas. Bahan dasar kulit ini dikombinasi dengan kain tradisional seperti batik, ulos, dan kain tenun sehingga menghasilkan berbagai jenis clutch bag dan hand bag‎ yang etnik namun memberi kesan modern.

Sebagai brand lokal, Warnatasku juga tetap menggunakan material bahan yang 100 persen asli Indonesia.  Brand ini menyasar konsumen kalangan muda hingga usia tua, antara 20 – 60 tahun.

5398b

“Kulitnya memakai kulit ular dan buaya. Kain tradisional dari Garut, Surabaya, Papua, dan juga Serang,” ‎ungkap pemilik sekaligus desainer Warnatasku Ervina Ahmad dalam wawancara di IFW 2016, di JHCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2016).

Koleksi terbaru Warnatasku terdapat sebanyak 48 tas yang didesain tanpa meninggalkan unsur casual. Dengan konsep desain tas sederhana bergaya eksklusif, warna yang dipamerkan Warnatasku ini lebih kalem sehingga cocok untuk dikenakan dalam segala suasana.

“Sebab, kami memilih warna natural (alam),” ujar Ervira.

5398c

Meski Warnatasku sudah cukup dikenal masyarakat, khususnya pecinta mode namun brand ini tetap mempertahankan produksi handcraft alias buatan tangan.

“Semuanya dirancang dengan sistem jahit manual. Desainnya pun dibuat sederhana namun bergaya eksklusif,” terang Ervira.

Bahkan, brand tas yang sudah menguasai pasar Saudi Arabia, Singapura, ‎Australia, hingga Hongkong ini menawarkan koleksi limited edition. Setiap satu lembar kain tradisional hanya untuk empat model tas.

“Dan itu yang membuat koleksi tas kami unik ketimbang merek lainnya ,” tegas Ervina.

Pada pekan mode IFW 2016 ini, Warnatasku berkolaborasi dengan beberapa desainer lokal, seperti Errin Ugaru, Melia Wijaya, Jenahara, Rasyid Salim, Kursei Karzai, dan Susan Zhuang.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *