5399IFW-news

Visi dan Misi Mulia Sebuah Label Tas, Warnatasku

Berangkat dari kecintaannya terhadap tas, dua kakak beradik Ervina Ahmad dan Yusnita Mukri mulai memutuskan untuk berbisnis fashion item ini. Profesi terdahulu mereka berdua sebagai pramugari sebuah maskapai penerbangan internasional dengan home-base di Jeddah, Saudi Arabia, telah memberikan mereka inspirasi tentang produk – produk tas di luar negeri yang akhirnya membulatkan tekad mereka untuk mulai memproduksi tas sendiri.

Pada tahun 2011, Ervina mulai memproduksi satu desain awal tas berwarna merah menggunakan kulit sintetis namun dapat disesuaikan dengan keinginan dan permintaan pelanggan. Dengan mencengangkan, mereka berhasil menjual 1000 buah tas per bulan. Berlanjut di luar perkiraan, mereka berhasil menjual 1000 buah tas baru per minggunya. Mulai saat itu, Ervina dan Yusnita yakin bahwa bisnis tas ini mempunyai prospek yang menjanjikan di masa depan.

Pada tahun 2012, akhirnya kakak beradik ini memutuskan untuk mulai menekuni dan mengembangkan usaha tas tersebut yang kemudian diberi nama “Warnatasku”. Warnatasku memiliki tujuan untuk lebih mensejahterakan dan membuka lapangan kerja bagi para pelaku di balik industri tas ini, yaitu para penjahit konveksi tas juga para pengrajin kain tenun, kain batik, maupun kain tradisional lainnya.

Visi misi serta kualitas produk Warnatasku yang baik ini membuat beberapa desainer pun tertarik untuk melakukan kolaborasi dengan Warnatasku dalam Indonesia Fashion Week 2016. Warnatasku bersama dengan desainer Erin Uggaru, Jenahara, Melia Wijaya, Rasyid Salim, Khuzain Kazai, Susan Zhwang, Rudi Chandra, Defrico Audi, Riabaraba, Nita Seno Adji, Jenny Tjahyawati, dan Malik Moestaram menggelar peragaan busana yang terbagi dalam dua slot fashion show. Hari pertama mengusung tema “Eksistensi Warisan Leluhur” dan hari kedua mempersembahkan fashion show dengan tema “Panutan Ragam Budaya Nusantara.”

Label tas dengan lifetime warranty ini berkolaborasi apik dengan sederet desainer ternama tersebut untuk bersama mengangkat budaya kain nusantara dan membuka mata fashionista Indonesia, khususnya kaum muda – mudi untuk lebih peduli dan menyukai budaya dan mode asli Indonesia. Dengan semakin meningkatnya kecintaan Indonesia akan produk asli dalam negeri, kelangsungan tradisi dan budaya para pengrajin pun memiliki titik terang. Sebuah sinergisasi yang harmonis.

By Lokita Mardanti Gultom

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *