5568 master

Gaya Hijab Turban Berkonsep Casual-Modern

Adelina, 28 tahun, Fashion Blogger.

Top: Stradivarius

Outerwear: STradivarius

Bottom: Zara

Shoes: H&M

Hijab: Local brand

Kian hari model hijab makin penuh kreasi. para pecinta fashion yang mendepankan penampilan stylish, tentu selalu mengikuti perkembangan tren terkini. Termasuk juga salah satu fashion event terbesar di Indonesia tahun ini, Indonesia Fashion Week 2016.

Seperti terlihat di Indonesia Fashion Week 2016 yang digelar pada 10-13 Maret kemarin. Salah satu yang menghadiri acaranya, seorang fashion blogger Indonesia, Adelina (28), tampil edgy dengan gaya hijab casual-nya.

Adelina mengenakan kemeja putih yang dirangkapi long vest berwarna abu-abu hangat. Ia memadukannya dengan ripped jeans dan sneakers warna putih. Untuk hijab kreasinya, Adelina memilih model turban dengan hijab berwarna oranye gelap bermotif checkers atau kotak-kotak.

5568a

Inspirasi outfit casual yang simple dan keren untuk hangout

Keunikan outfit ini pun terlihat sangat chic dan itu yang menjadikannya OOTD. Untuk atasan kemeja dan outerwear, Adelina mengandalkan produk branded dari Stradivarius, perusahaan clothing wanita asal Spanyol yang selalu mengedepankan fashion.

Sementara untuk jeans ia percayakan pada Zara, retailer busana dan aksesori yang juga berasal dari Spanyol. Memadukan fashion brand asal Swiss pada outfit-nya, Adelina mengenakan sneakers dari H&M.

Tetap stunning dengan gaya casual-nya yang edgy, Adelina sukses memberi sentuhan berbeda dengan hijabnya yang berwarna kontras. Ia pun mengusung brand lokal yang berkualitas untuk hijabnya kali ini.

5504 master - Plaza Indonesia Fashion Week 2016__1

Plaza Indonesia Fashion Week 2016 Panggung Desainer Muda

Setelah pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2016, perhelatan serupa digelar oleh pusat perbelanjaan Plaza Indonesia dengan ajang Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2016. Acara yang berlangsung di function hall, Plaza Indonesia lantai dua tersebut memamerkan koleksi dari sederet desainer muda Tanah Air.

PIFW menghadirkan lebih banyak sesi dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan pertunjukkan yang berlangsung hingga 19 Maret 2016. Pada pertunjukan pertama PIFW dimulai dengan koleksi-koleksi Irwan Tirta Private Collection, Karen Millen dan Yayasan Jantung Indonesia berkolaborasi dengan Ikat Indonesia oleh Didiet Maulana.

5504a - Plaza Indonesia Fashion Week 2016

Plaza Indonesia Fashion Week 2016

Selanjutnya tampil sederet desainer lain yang mengikuti ajang ini, seperti Yosep Sinudarsono, Carven, Rama Dauhan, Coast, Dibba, Sebastian Gunawan, Opi Bachtiar dan Mel Ahyar. Keunikan lainnya terlihat dari konsep area function hall yang bernuanasa seni dan fesyen dengan menggunakan jasa EMTE, seorang ilustrator Tanah Air.

“PIFW 2016 kali ini tentunya berbeda dan eksklusif karena kita memadukan brand internasional dengan desainer Indonesia. Kemudian koleksi yang dibawakan ini pun berbeda bukan yang ada butik tapi para desainer membuat khusus,” kata Ria Juwita, Event & Promotion Senior Manager Plaza Indonesia di sela-sela acara PIFW 2016.

5504b - Plaza Indonesia Fashion Week 2016_1

Peragaan busana bertema monokrom

Ria mengatakan, para pecinta fashion yang hadir di PIFW dapat menikmati sensasi karya EMTE yang fashionable. Selain itu, pada hari terakhir PIFW berlangsung akan ada satu slot berjudul Now Direction.

Now Direction merupakan pertunjukkan yang desainernya telah dikurasi oleh Plaza Indonesia. Beberapa di antaranya Tri Handoko, Mel Ahyar dan Jeffry Tan. Ketiga desainer ini dipilih karena memiliki karakter fashion yang berbeda dan koleksi mencerminkan generasinya.

5493 master - Nikicio di Plaza Indonesia Fashion Week 2016

‘Nikicio Spring/Summer 2016’ Pamerkan Koleksi di PIFW

Brand fashion Nikicio sudah tidak asing lagi bagi para fashionista. Seperti diketahui, koleksinya yang unik selalu menjadi incaran dan selalu ditunggu-tunggu update koleksi terbarunya. Nah, kali ini Desainer Nikicio, Nina Karina Nikicio kembali meluncurkan koleksi anyar yakni, ‘Nikicio Spring/Summer 2016’ yang dipamerkan di Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW).

Menurut Nina, koleksinya kali ini terinspirasi dari keragaman budaya, suku, adat dan ras yang ada di nusantara yang kemudian dirangkum dari makna Bhinneka Tunggal Ika. Artinya koleksi busana terbaru Nina menunjukan perbedaan dalam keseragaman yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia. Inspirasi Nina muncul dari adanya isu yang ada di Indonesia belakangan ini.

5493a

Rompi sleeveless unik

“Aku melihat kadang sebagian besar orang mengabaikan perbedaan tersebut dan mereka akhirnya tidak mau merangkul sesamanya. Itulah kenapa koleksi ini aku bertema Embrace,” ungkap Nina di sela-sela acara PIFW di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Uniknya, pada koleksinya kali ini, perancang busana perempuan kelahiran 29 April 1985 tersebut memakai warna hitam di seluruh koleksi ‘Embrace’. Menurutnya hitam memiliki banyak arti dan bisa dipadukan dengan warna apapun.

5493b

Paduan celana pendek edgy

” Kamu bisa pakai hitam ketika bahagia, saat sedang takut dan kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan ketika memakai warna hitam. So that’s why,” ucap Nina.

Koleksi streetwear yang ditujukan untuk wanita dan pria ini, diimbangi dengan penggunaan bahan yang feminin serta aksesoris yang maskulin. Jadi saat memakainya, Anda bisa terlihat feminin dan maskulin sekaligus. Bahan-bahan kain yang digunakan dalam koleksi Nikicio kali ini antara lain, katun, polyester, nilon, wool, acrylic, piscose, rayo.

5493c

Serba hitam nan misterius

“ Jadi meski warnanya hitam, aku masih ingin meninggalkan kesan mendalam dengan layer yang bisa digunakan pada bentuk siluet tubuh apapun,” Nina, menjelaskan.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan koleksi terbaru Nikicio ‘Embrace’, kini telah dijual secara online di nikicio.com dan setiap minggunya akan ada koleksi terbaru. Dengan target market dari umur 18-29 tahun, Nina menawarkan mulai dari Rp299 ribu hingga Rp1,2 juta.

5467 master

Mutiara Asia Dalam Indonesia Fashion Week 2016

Salah satu desainer busana muslim yang kini mulai dikenal di dunia fashion internasional, Anniesa Hasibuan, turut memeriahkan panggung pagelaran Indonesia Fashion Week tahun ini. Anniesa Hasibuan telah melanglang buana dari satu panggung internasional ke panggung internasional lainnya.

Sebut saja London, Paris, dan New York yang telah ia sambangi untuk memamerkan koleksinya di panggung runway. Pada peragaan busananya di Couture Fashion Week New York, Anniesa Hasibuan menampilkan koleksi “PearlAsia” yang artinya mutiara dari Asia. Koleksi ini mengangkat dan mempromosikan salah satu dari kekayaan alam dari wilayah kepulauan Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai penghasil mutiara terbesar dunia.

5467a

Koleksi Anniesa Hasibuan

Tidak hanya itu, Annisa Hasibuan juga mendapatkan kesempatan memperkenalkan karyanya di New York Fashion Week Press Gathering di Hotel Nomad, Broadway, New York. Selain itu Anniesa juga berpartisipasi dalam kegiatan International Haute Couture yang diselenggarakan di Los Angeles. Dari rangkaian acara tersebut, koleksi Anniesa Hasibuan berhasil mendapatkan tanggapan positif dari puluhan media dan fashion entrepreneur di Amerika Serikat.

5467b

Desain yang edgy

Kini Anniesa Hasibuan membawa kesuksesannya tersebut untuk kembali menampilkan koleksi “PearlAsia” di Indonesia Fashion Week pada 12 Maret 2016 silam. Koleksi kali ini sangat jauh berbeda dengan koleksi sebelumnya. Anniesa memilih palet warna pastel dengan pengaplikasian mutiara yang tidak hanya sebagai perhiasan, namun juga sebagai detail pada cuttingan ball gown berbahan sutera, beludru, dan brokat. Anniesa Hasibuan berhasil memukau mata para fashionista dengan permainan payet dan mutiara yang cantik di atas bahan – bahan yang glamor. Standing applause for Anniesa!

By Lokita Mardanti Gultom

5465 master

Fashionable All-Black Outift

Arif, 21 tahun, Fashion Blogger.

Top: Local brand

Bottom: Local brand

Bag: Local brand

Shoes: Zalora

Belt: Louis Vuitton

Salah satu fashion blogger muda tanah air sukses menjadi sorotan lewat pilihan outfit yang dikenakannya di Indonesia Fashion Week 2016. Arif, 21 tahun, mengenakan pakaian serba hitam, memadukan brand lokal berkualitas dengan brand luar yang juga high-end.

Cocok untuk momen casual namun juga pas di acara semi formal, Arif mengenakan turtleneck shirt polos berlengan panjang dengan model yang fit di badan. Ia memasangkannya dengan trousers hitam dengan warna yang senada. Mendobrak fashion pria yang biasa, Arif berani tampil dengan memakai statement tote bag berwarna hitam polos.

Untuk sentuhan aksesori seperti sepatu dan ikat pinggang, Arif mengenakan sneakers serta ikat pinggang berwarna hitam. Dengan mengutamakan kualitas dari outfit yang dipakainya, Arif mempercayakan sneakers dari Zalora yang selalu menyediakan fashion item terbaik.

Di Zalora, Anda bisa mendapatkan produk sepatu pria dari beragam merek high-end berkualitas, dengan harga harga mulai dari Rp 300 ribu-an sampai Rp 2,5 juta-an. Sementara, untuk ikat pinggang Arif mengandalkan produk branded keluaran Louis Vuitton. Jika Anda ingin tampil stylish dengan ikat pinggang dari Louis Vuitton, harga ikat pinggang original Louis Vuitton juga variatif, berkisar hingga $ 500 atau Rp 6,5 juta-an.

So B’timers, terinspirasi tampil stylish dengan outfit serba hitam yang misterius?

5436 master - Krisdayanti dan Luthy

‘Tropical Garden’ Debut Krisdayanti di Dunia Fashion

Sejumlah selebritas papan atas Tanah Air turut ambil bagian pada pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta Pusat pada 10-13 Maret 2016. Di antaranya Zaskia Sungkar, Raffi Ahmad, Melly Goeslaw, Rossa, Zaskia Adya Mecca dan lain-lain. Tak ketinggalan pula  diva pop Tanah Air Krisdayanti turut menunjukkan eksistensinya di dunia fashion.

Pada perhelatan mode bergengsi tersebut, KD, begitu ia biasa disapa, meluncurkan busana muslim. Namun mantan istri Anang Hermansyah ini tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan sahabatnya, Luthy Ibrahim Saleh, seorang fashion entrepreneur.

5436a - Preskon Krisdayanti dan Luthy di IFW 2016__1

Press conference KD dan Luthy

Luthy sudah lebih dulu terjun sebagai desainer dengan label busana muslim bernama Lusense. Setelah bekerja sama dengan KD, keduanya meluncurkan label Lusense KD by Luthy yang artinya selera dari Luthy dan Krisdayanti. Lusense KD by Luthy merupakan debut bagi KD menjajaki dunia fashion muslimah.

Pada perhelatan IFW tersebut, mereka memamerkan koleksi busana sebanyak 64 desain terbaru dengan mengusung tema Tropical Garden. KD mengatakan, bahwa koleksinya tersebut dipenuhi dengan corak warna-warni yang khas dari tanaman tropis.

5436b - Tropical Garden Lusense KD by Luthy__2

Corak bunga cantik feminin

“Saya bekerjasama dengan Luthy karena pakaian muslimnya cantik dan sesuai dengan pribadi saya. Selain itu, dalam koleksi ini kami mengangkat koleksi tropical garden dengan corak bunga dan tanaman,” kata Krisdayanti dalam wawancara di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Koleksi KD didominasi dengan warna hijau yang berpadu dengan warna monokrom seperti hitam dan putih dengan corak bunga. Selain itu, corak garis polkadot pun berpadu dengan corak dedaunan.

5436c - Tropical Garden Lusense KD by Luthy__4

Warna oranye yang bold

“Desain dari koleksi ini dari mulai syar’i, celana panjang, make up model natural dan hijab yang dikenakan juga simple namun tetap stylish. Saya berharap, semoga koleksi baru ini akan diminati pecinta fashion tanah air,” ungkap KD tentang koleksi terbaru Lusense KD by Luthy tersebut.

Sementara Luthy dalam koleksinya terlihat lebih banyak menggunakan material silk dikombinasi dengan velvet dan chiffon. Tampaknya, konsep tropical garden diterjemahkan ke dalam print bunga dan daun-daunan yang diaplikasikan pada atasan, rok, celana panjang, dan jilbab.

 

5436d - Tropical Garden Lusense KD by Luthy__5

Semi-formal yang stylish

Terlihat Luthy menerjemahkan tropical garden sebatas pada print. Tak ada siluet atau potongan tertentu yang membuat terkesima ketika menonton show yang lamanya hampir satu jam tersebut. Menurut Luthy, ia membuat busana yang dikenakan tetap simple tapi bergaya.

5431 master-Preskon Itang Yunasz bersama Barekraf

Itang Yunasz Pamerkan Koleksi Batik Klasik ‘Kanjeng’ di IFW 2016

Setelah sebelumnya sukses meluncurkan motif Kalimantan, kali ini desainer Itang Yunasz meluncurkan koleksi rancangan terbarunya dengan tema ‘Kanjeng’ dalam label Itang Yunasz ‘ Ready To Wear’. Koleksi anyar ini merupakan busana yang dihadirkan untuk melengkapi gaya busana muslimah. Koleksi baru hasil rancangannya itu dipamerkan dalam gelaran Indonesia Fashion Week 2016 yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta Pusat dari tanggal 10-13 Maret 2016.

5431a - Preskon Itang Yunasz bersama Barekraf__1

Press conference Itang Yunasz & Barekraf

Kali ini Itang Yunasz membuat koleksi busana muslim yang kental dengan nuansa etnik dari batik klasik, Itang menamai koleksinya ini dengan ‘Kanjeng’. Dalam budaya Jawa, Kanjeng merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang yang memiliki strata tinggi di masyarakat Jawa. Sebutan ini juga kerap digunakan untuk orang setingkat bangsawan di lingkungan kerajaan.

Sesuai dengan temanya, Itang  Yunazs menghadirkan aura elegan dan glamor layaknya wanita bangsawan. Dalam peragaan busana yang dipersembahkan Badan Ekonomi Kreatif dengan tema ‘Menuju Indonesia Menjadi Pusat Fashion Muslim Dunia’, Itang menampilkan sebanyak delapan set busana ‘Kanjeng’. Koleksinya yang ditampilkan didominasi gaun dengan rok melebar, dilengkapi selendang yang menambah kesan anggun.

5431b - Kanjeng by Itang Yunasz

Kanjeng by Itang Yunasz

Itang banyak menampilkan motif batik klasik seperti Babon Anggreng, Bunga Hokokai, Parang Rusak, Parang Besar dan Kecil yang dikreasikan pada garis tepi busana, ornamen emblem maupun pita. Palet sogan cokelat, kuning keemasan dan hitam semakin menambah kesan elegan pada busana dari kain batik tulis ini.

Siluet dibuat melebar berpotongan A-line juga H-line dengan material flowy seperti sifon, crepe, organza dan katun. Tak hanya dalam bentuk gaun, desainer yang sudah lebih dari 25 tahun berkarya ini juga mengaplikasikan batik klasik pada blouse, jaket, coat, kemeja dan rok panjang sebagai alternatif padu padan.

5431c - Kanjeng by Itang Yunasz__1

Nuansa etnik nan mewah

Selain Itang, fashion show persembahan Badan Ekonomi Kreatif tersebut juga menampilkan koleksi dari Ida Royani yang mengusung tenun Nusa Tenggara Timur dalam deretan busana muslim bernuansa cokelat.

Fashion show ini juga menghadirkan dua desainer mancanegara. Salah satunya Amalina Aman asal Australia. Amalina menampilkan busana muslim berpalet nude dengan siluet longgar, ringan melayang yang diperkaya aksen draperi serta printing.

5431d - Fashunica by Stephen Tach dari Jepang

Tema oriental Stephen Tach

Sementara Stephen Tach dari Jepang mengusung busana casual bernuansa oriental. Koleksinya hadir dalam palet hitam-putih dengan berbagai motif floral yang dikreasikan secara geometris. Potongan tailoring dalam bentuk gaun pas badan, jaket, rok pensil, celana pipa selutut dan setelan jas serta rok cocok untuk berpenampilan formal maupun ke kantor.

5430 master

Tiga Desainer Pamer Busana Muslimah dalam Balutan ‘Ethnocentrism’

Tiga desainer tanah air berkolaborasi dengan salah satu ecommerce atau online shop fashion muslim Hijup.com pada pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 yang berlangsung pada tanggal 10-13 Maret 2016 kemarin di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Ketiga desainer itu adalah Ria Miranda, Zaskia Sungkar, dan Vivi Zubedi.

5430a

Press conference Hijup

Partisipasi Hijub.com di ajang ini merupakan kali pertama setelah sebelumnya mereka hadir di Jakarta Fashion Week (JFW) dan kancah internasional lewat London Fashion Week pada Februari lalu.

5430b

Fashion store Hijup

Pada kesempatan tersebut, kolaborasi mereka mempersembahkan koleksi anyar yang bertajuk ‘Ethnocentrism’. Maksud dari tema yang mereka angkat di IFW 2016 yakni, bahwa ketiga desainer ini menampilkan etnis budaya Indonesia dengan karakter dan kain yang berbeda-beda.

Pada kesempatan tersebut Zaskia Sungkar menjadi pembuka dalam peragaan busana Hijup.com collaboration ini. Zaskia mengusung tema ‘Hitam Poetih’ dengan memamerkan sebanyak 12 koleksi busana muslimahnya. Rancangan Zaskia itu dituangkan dalam gaya mix tradisional dan modern cut.

5430c - Ethnocentrism by Zaskia Sungkar__2

Monokrom yang simple

“Hitam-putih adalah warna kesukaanku tapi susah cari batik yang warna hitam-putih. Jadi aku pekerjakan langsung pengrajin untuk bikin batik dan tenun warna hitam-putih,” ungkap Zaskia saat jumpa pers Ethnocentrism by Hijup.com di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Untuk menampilkan koleksi serba hitam putih itu, Zaskia sengaja membuat kain batik dan tenun sendiri. Sebab, kebanyakan kain batik dan tenun berwarna.

“Koleksiku mengangkat batik rang-rang dan menggunakan teknik cap, lipatan, dan origami dengan warna hitam putih,” Zaskia menambahkan.

Di panggung IFW 2016, Zaskia memamerkan koleksi yang kebanyakan adalah atasan, celana, rok, dress, hingga coat. Uniknya, sang adik, Shireen Sungkar juga turut ambil bagian dalam peragaan busana miliknya itu.

5430d - Ethnocentrism by Vivi Zubedi

Etnis nan elegan

Penampilan kedua adalah peragaan busana karya Vivi Zubedi. Wanita berdarah Arab ini menampilkan akulturasi budaya Arab, Maroko, dan Afrika. Koleksinya terinspirasi dari kisah legenda Bany Suleym. Dia pun mengusung tema ‘Sulaym Voyage’.

Yang memuat unik rancangan Vivi adalah dia menyematkan motif Bali dan Lombok dalam sejumlah balutan busananya. Aplikasi bordir, bermain payet, dan kain tenun menyentuh setiap desain busana miliknya.

“Sebanyak 13 look ditampilkan dan semuanya mengombinasi bahan woll, polyester dengan bordiran handmade,” kata Vivi dalam kesempatan yang sama.

5430e - Ethnocentrism by Ria Miranda__2

Warna pastel lembut

Yang ketiga adalah penampilan dari Ria Miranda. Melalui koleksi Takana, Ria memberi warna baru dengan menampilkan kesederhanaan budaya Minang.

“Goresan motif songket diaplikasikan dengan warna ceria dan lembut,” katanya.

5427 master

Make Over Warnai Panggung Indonesia Fashion Week 2016

Sebuah brand kosmetik terkemuka yang sudah berdiri sejak 2010, Make Over, tidak ketinggalan menunjukkan partisipasinya dalam pekan mode bergengsi Indonesia Fashion Week 2016. Label kosmetik ini memiliki komitmen untuk selalu menghadirkan rangkaian produk berkualitas tinggi demi memenuhi kebutuhan para konsumen.

Make Over memiliki ragam produk mulai primary make-up, shape & cover, finishing make-up, eye decorative, eye definer, cheek decorative, lip decorative, care & treat, clean & fresh, hingga make-up tools. Semuanya itu demi menunjang tampilan wanita yang bold dan edgy.

Ya, seperti tagline-nya yaitu Beauty Beyond Rules, Make Over berusaha mengajak setiap individu agar berani bebas berekspresi dan menampilkan keunikan diri melalui make-up dan fashion, tanpa harus dibatasi oleh batasan konvensional.

Tahun ini untuk pertama kalinya Make Over berpartisipasi dalam Indonesia Fashion Week. Partisipasi ini dilakukan oleh Make Over agar dapat menunjukkan komitmen mereka sebagai professional make-up yang akan terus berjalan berdampingan dengan dunia fashion.

Terbukti dari kolaborasi Make Over dengan beberapa perancang ternama seperti Felicia Budi dari fbudi, Patrick Owen dengan labelnya yang juga bertitel Patrick Owen, serta Ardistia Dwiasri dengan labelnya Ardistia New York, untuk menyelenggarakan sebuah fashion show bertema Eyevolution “Let Your Eyes Make the First Move”.

Tiga desainer tersebut terbilang sudah memiliki karakter kuat serta visi dan misi progresif dan disempurnakan dengan garis rancang yang edgy, sangat sinergi dengan image Make Over sendiri. Melalui ketiga desainer tersebut, Make Over menampilkan tiga periode waktu yang dianggap telah mengambil peranan penting dalam evolusi dunia fashion.

Untuk mengawali fashion show kita akan diajak menyaksikan 16 rancangan hasil karya fbudi, yang menampilkan tema The Age of Discovery. Menghadirkan rancangan yang merepresentasikan masa ketika kerajaan Spanyol dan Portugis berlomba mengirimkan armadanya.

Ia menampilkan dominasi warna pekat seperti hitam dan burgundy untuk dapat menceritakan era eksplorasi pada masa tersebut. Melalui rancangan tersebut ia juga berusaha menyajikan sebuah metafora yang bercerita bahwa semua warna warni kehidupan pada awalnya bermula dari satu warna.

Selanjutnya kita diajak menyelami periode The Age of Enlightenment bersama Patrick Owen. “Inspirasi dari rancangan saya kali ini adalah kesibukan jalanan Jakarta, yang menyimpan berbagai karakter menarik saat dilihat lebih dekat,” jelas Patrick Owen, desainer.

Ia pun berusaha menampilkan monumen ternama, budaya dan tradisi Jakarta melalui print illustration yang dikerjakannya bersama Emte dan Tatiana Romanova Surya di atas bahan denim, katun, serta polyester fabric. Semua itu diaplikasikan dalam sebuah deconstructive manner bernuansa warna monokrom seperti hitam dan biru.

Sebagai penutup adalah Ardistia New York, yang menampilkan tema The Age of Space. Inspirasi dari rancangan ini adalah garis geometris yang simple dan bersih, agar dapat menampilkan muse perempuan cerdas yang elegan dan mandiri.

“Melalui penggunaan bahan jacquard, organza, dan jala dalam dominasi warna putih dengan sentuhan hitam dan perak, saya berusaha menghadirkan rancangan yang melambangkan kemurnian dan keabadian dengan sentuhan kemewahan,” ungkap Ardistia Dwiasri, desainer.

By Lokita Mardanti Gultom

5417 master

Jenahara Hadirkan Koleksi Zoro di Panggung IFW 2016

Brand ready to wear Et Cetera turut ambil bagian pada perhelatan mode Indonesia Fashion Week 2016, yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, pada 10-13 Maret 2016. Brand yang memiliki pangsa pasar di kalangan perempuan berusia 25 tahun ke atas ini hadir dalam cutting yang simple dan juga stylish.

Pada pagelaran IFW 2016, Et Cetera berkolaborasi dengan Jenahara, desainer muslim yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan fashionista. Dalam kolaborasi ini, Jenahara yang dikenal memiliki signature style asimetris, modern serta wearable ini menampilkan koleksi special edition yakni, ‘Et Cetera by Jenahara’.

5417a

Desainer bernama lengkap Nanida Jenahara Nasution ini menampilkan 12 koleksi busana ‘Et Cetera by Jenahara’ di stage 1 IFW 2016.

Meski sudah memiliki nama besar, namun Jena tertarik untuk bergabung dengan Et Cetera dalam membuat koleksi spesialnya, apa alasannya?

5417b

“Kenapa tidak, hal ini dilakukan untuk memajukan industri fashion di Indonesia. Kami senang di-support oleh Garmen besar, Indonesia semuanya sudah ada, pasar, garmen, desainer, harus saling bahu membahu untuk mencapai cita-cita Indonesia sebagai pusat mode fashion hijab 2020 nantinya,” papar Jenahara dalam wawancara di Indonesia Fashion Week 2016, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Koleksi spesial Jenahara kali ini adalah mengudung karakter super hero, yaitu Zoro. Melalui rancangan terbarunya ini, Jenahara ingin menunjukkan sisi maskulin dari sosok perempuan. Rancangan ini menggambarkan bahwa perempuan Indonesia itu tangguh, kuat dan mandiri.

5417c

 

 

“Terinspirasi sosok superhero, saya ingin memberikan nilai bahwa nanti yang memakai busana ini akan merasa kuat dan mandiri, perempuan Indonesia harus seperti itu,” ujarnya.

Berbeda dengan koleksi Jenahara sebelumnya yang identik dengan warna bold, kali ini sentuhan warna soft dibuatnya untuk koleksi bulan Ramadhan. Palet warna hangat seperti khaki, putih dan cokelat dipersembahkan Jenahara untuk pelanggan setianya dalam koleksi special edition et cetera by Jenahara.

Koleksi terbaru Jenahara ini akan resmi dijual ke pasaran pada Mei 2016 mendatang di outlet Et Cetera di seluruh Indonesia.